Rabu, 16 Februari 2011

Banyak hal yang dapat dipelajarai ketika kita mengajar sebagai pendidik. Kita memiliki banyak waktu dan masalah yang akan kita hadapi dalam tatap muka bersama dengan anak-anak. Kita akan dilatih oleh keadaan yang memberi banyak ilmu untuk pengembangan diri kita. Ketika seorang guru diberi tugas untuk menjadi wali kelasa di kelas yang sudah bagus (secara akademik maupun akhlak) biasanya akan menerima dengan senang hati. Namun saat ditempatkan di kelas yang trouble maker justru para guru akan menolak dengan berbagai alasan.
Pada dasarnya saya lebih suka ditempatkan dikelas yang trouble, karena dengan berbagai trouble yang ada dalam kelas tersebut justru kita akan mendapatkan banyak guru dan banyak ilmu. Bukankah kita diwajibkan belajar dari ayunan sampai liang lahat?? Itulah kesempatan yang sangat baik ketika kita berada bersama anak-anak yang trouble, menurut saya anak-anak yang di katakan trouble maker pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang kreatif dan memiliki daya imajinasi yang cukup bagus. Sebenarnya banyak hal yang dapat kita pelajari dari mereka untuk mengembangkan dan menemukan metode yang sesuai dengan tingkah laku anak.
Ada istilah yang mengungkapkan "pengalaman adalah guru yang terbaik", mungkin itu memang betul adanya. Pada dasarnya ketika ada masalah yang datang kita akan mendapatkan sesuatu yang baru untuk menambah keahlian kita. kita tidak perlu terlarut dalam masalah yang kita hadapi, akan tetapi sebaiknya kita fokus dalam mencari solusi dari masalah yann sedang kita hadapi. Masalah adalah vitamin untuk orang-orang yang luar biasa...Dr. Paul Stolz menyimpulkan bahwa kesuksesan merupakan hasil hasil dari kemampuan kita untuk bangkit kembali setelah mengalami masalah. Kapanpun dan dimanapun setiap orang yang masih hidup di alam raya inni pasti akan mengalami dan menjumpai masalah..sekarang kita akan memposisikan diri dimana ketika kita mengahadapi masalah?? lariiiii atau dengan berani dan tersenyum dalam menghadapinya

0 komentar:

Posting Komentar